Kamis, 24 September 2020

Dahsyatnya teknologi perlu kreatif dan inovatif

 



Oleh : Drs H Mashuri, St

Dinamika yang terjadi dalam kehidupan begitu hebat, perubahan terjadi di mana-mana melanda semua aspek kehidupan dalam dimensi yang tidak terukur, cepat, bebas dan berdaya saing. Manusia yang berada dalam arena dan Era ini, mau tidak mau harus mengikuti arus kehidupan, masuk dalam persaingan ketat, yang tidak bisa dihindari sebagai tantangan yang harus dihadapi.

Kemajuan yang pesat di segala bidang diikuti dengan perkembangan  teknologi termasuk sistem Elektronika yang menghasilkan gadget yang lebih menyempurnakan dan mempermudah pelaksanaan sistem pembayaran tanpa uang cash, yang didukung dengan integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional melalui sistem pembayaran Indonesia (SPI)

Pembayaran non tunai (digital payment) dapat dilakukan dengan menggunakan media SMS, mobile banking, internet banking, digital Wallet dan lain - lain. 

Seluruh kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di rumah hanya dengan menggunakan alat elektronika bernama ponsel pintar untuk pembayaran PDAM, listrik telepon, mengisi pulsa dan lain-lain melalui sebuah gadget. 

Sistem dan cara baru tersebut mampu merubah apa yang selama ini telah dilakukan secara tradisional dan konvensional, berubah total baik secara phisik dan sistemnya.

Era digitalisasi mampu mempercepat proses, mempermudah pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan program aplikasi seperti go-jek, go-car, go-food dan yang di tolak oleh sistem ini adalah go-blok karena mereka enggan menggunakan dan mengikuti aplikasi ini, ingin mempertahankan sistem lama yang usang dan out of date, sedangkan dengan aplikasi tersebut, sesuatu akan lebih mudah, lebih cepat dan efisien. Bahkan dengan sistem pembayaran secara online untuk perdagangan barang dan jasa menjadi cara yang praktis, cepat dan diantar sampai di tangan konsumen dengan harga relatif murah dan bersaing. 

Kegiatan pelayanan pada instansi pemerintah dan swasta pun telah memanfaatkan teknologi elektronika dan digitalisasi ini, untuk menjadi pelayan yang baik kepada masyarakat seperti program aplikasi yang di luncurkan oleh Kementerian Keuangan Cq kantor layanan pajak secara online dengan aplikasi e-billing, e feelling, e factur dan Kementerian Dalam Negeri dengan e KTP, sedang untuk mempercepat perjalanan dengan menggunakan jasa jalan tol pakai e-toll dan masih banyak lagi program aplikasi e-e lainnya dan go-go yang lain. 

Walhasil pada era teknologi elektronika, komunikasi dan digitalisasi ini benar-benar masyarakat merasa dimanjakan karena sesuatu menjadi mudah, cepat, praktis dan efisien.

Perubahan dan pergeseran Nilai  budaya masyarakat pada jaman now menjadikan era yang serba mungkin, artinya sesuatu yang dulu dengan pola lama dianggap tidak mungkin, namun sekarang dengan dahsyatnya teknologi dan cepatnya perubahan sistem dan meningkatnya populasi kaum milenial maka menuntut manusia-manusia kreatif dan inovatif karena mereka hidup pada zaman kompetitif dan berdaya saing tinggi

Hampir tidak memperoleh kesempatan dan sulit ditemukan ruang ruang kosong untuk menyalurkan gagasan yang monoton, rutinitas dan copy paste. Walaupun kata kreatif dan inovatif sudah sangat familier di telinga kita, tetapi nampaknya masih banyak yang belum mengetahui makna dan penggunaannya nya dalam kehidupan di masyarakat. Jika masih ada  orang atau kelompok masyarakat yang memandang sebelah mata dan tidak menempatkan kreatif dan inovatif sebagai sesuatu yang urgent dalam kehidupan sehari-hari sepanjang masa, maka mereka akan terlindas dan ditinggal oleh kemajuan zaman yang selalu dinamis.

Oleh karena itu Islam menempatkan daya Cipta (kreativitas) pada posisi yang terhormat, mengingat manusia sebagai makhluk tertinggi ciptaan Allah SWT di muka bumi, mengemban suatu misi mengelola segala yang  terkandung di dalamnya(Bumi ) untuk dimanfaatkan sebesarnya  bagi seluruh manusia. Rasulullah SAW mengajarkan sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lain ( HR.  Ahmad dan Thabrani).  "Khoirunnas 'anfa' umum linnas"

Guna memperoleh kemanfaatan dan kemashlahatan umat, kita diwajibkan menggunakan akal dan pikiran untuk selalu berkreasi dan melakukan inovasi dalam segala hal sesuai kebutuhan.

Usaha untuk membangun kreativitas secara optimal maka hasilnya akan optimal pula. Sebagaimana pada Penghujung tahun 2019 kita dikejutkan dengan dua peristiwa membanggakan yang menginspirasi dan memotivasi setiap anak bangsa yakni munculnya motivator pedesaan, berasal dari Desa Cibubuan, Kecamatan Nagrak. Kabupaten Sukabumi yang mengaku lulusan an STM (Sekolah Teknik Menengah) telah merakit helicopter yang diberi nama GARDES JN. 77, dia bernama Jujun junaldi seorang tukang las ( bengkel hydrolik), pemuda berusia 41 tahun, dibantu oleh anaknya bernama Febriansyah ( 16 tahun)  yang masih bersekolah di SMK Negeri 1 itu Cibadak, mereka berhasil merakit helikopter di mana helikopter tersebut telah dicoba untuk dihidupkan mesinnya, ternyata mesin hidup dalam kondisi bagus, namun saat  itu masih belum diterbangkan.

Berita viral berikutnya adalah seorang pemuda 36 tahun bernama Chairul yang drop out SD kelas 3, telah berhasil merakit pesawat terbang dari barang bekas ( rongsokan) dengan menggunakan mesin motor Kawasaki Ninja 150 cc, pakai roda bekas kereta dorong, dengan total biaya perakitan tidak lebih dari 30 juta rupiah.  Pesawat terbang rakitan Chairul tersebut tergolong jenis ultra light dengan penumpang 2-4 orang. 

Pemuda asal Dusun Planga, kelurahan Palameang kacamatan Mattiro, kabupaten Pinrang, Sulawesi  selatan tersebut telah melakukan uji coba pesawat rakitan itu untuk diterbangkan, ternyata 4 kali mengalami kegagalan dan baru uji coba ke 5 pesawat tersebut dapat terbang pada ketinggian 12 - 15 meter selama 1 menit 25 detik dengan menempuh jarak 300 meter di Pantai Ujung Tape Pallameang,  Kabupaten Pinang, Sulawesi Selatan. 

Ketika pesawat lepas landas dan mulai meninggalkan daratan lalu terbang, maka rasa gemetaran terjadi pada diri Chairul  disertai haru, cemas dan gembira karena dia telah berhasil cita - citanya naik pesawat terbang buatan sendiri. 

Inovasi dan daya kreatif dua pemuda yang mampu menggunakan teknologi tinggi tentang kedirgantaraan dengan merakit helikopter dan pesawat terbang,menuai pertanyaan dari kalangan Pemuda sebayanya dan banyak pihak yaitu mengenai inovatif dan kreativ tidak hanya bisa dilakukan oleh para intelektual saja, tetapi bisa dijalankan oleh setiap orang tanpa memandang latar belakang pendidikannya, sebab ternyata dua orang inovator tersebut berpendidikan relatif reudah.

Menjawab pertanyaan dan keragu – raguan ini kita kembali pada hal mendasar yakni seuatu yang menyebabkan daya kreativ seseorang itu muncul dengan tiba – tiba dan luar biasa.

Hal tersebut terjadi karena pada dasarnya inovasi dan daya kreasi ini sebenarnya sudah menjadi naluri setiap orang sejak dia lahir.

Manusia yang dilahirkan dimuka bumi atas kekuasaan Allah SWT tersebut telah diberikan daya kreativ dan inovativ serta tidak ada seorangpun yang sama sekali tidak memilikinya, termasuk tidak seorangpun yang lahir tanpa memiliki IQ sama sekali ( IQ=0 ).

Namun inovasi dan kreativitas tidak serta merta muncul tanpa interversi dan rangsangan dari luar. Adapun rangsangan untuk berkreativ yang paling utama datang dari ilmu pengetahuan ( sciense) yang dipelajari dengan tekun dan semangat.

Seseorang yang berusaha keras mempelajari dan menganalisa disiplin ilmu tertentu, lalu berusaha mengaplikasikan dalam kehidupan dimasyarakat, kemudian melakukan eksperiment dan uji coba, sementara bersikap pantang menyerah, maka pada akhirnya berhasil memunculkan karya dan produk kreativ yang bermanfaat.

Bagi mereka yang berlatar pendidikan relatif rendah dengan mengandalkan kemauan keras tidak mudah putus asa, meluangkan waktu untuk belajar sendiri ( otodidak ) tidak henti – hentinya melakukan uji coba, akhirnya impian yang tinggi dibenaknya dapat diwujudkan yakni menuai keberhasilan sebagaimana yang dilakukan dua  orang inovator pedesaan tersebut.

Rangsangan yang menimbulkan dorongan dan semangat untuk berinovasi tersebut adalah lingkungan sekitar dan fenomena alam yang ada disekelilingnya.

Jadi ilmu pengetahuan dan lingkungan sekitar kita sangat dominan berperan sebagai perangsang dan yang menginterversi setiap orang untuk berlaku kreativ da inovativ.

Menurut para ahli teknologi elektronika dan pakar sistem digitalisasi mempredikdi tahun 2045 akan terjadi perubahan signifikasi yakni terhapusnya 2.500 lapang kerja tetapi muncul 7.500 lapang kerja baru, sehingga manusia – manusia yang hidup diera ini, hendaknya mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang sudah pasti didepan mata.

Tetapi nampaknya bagi millenial muslim tidak ada gusar dan cemas, mereka sudah terbiasa mempelajari dan menganalisa setiap kejadian, baik fenomena alam maupun kuat dan derasnya teknologi yang tidak dapat dibendung, tetapi harus dihadapi. Hal itu dikarenakan sesuai dengan ajaran Allah SWT melalui perintahnya yang diturunkan pertama dalam Al Qur’an yakni “ Iqro ” ( bacalah ), adalah suatu perintah yang membuka hati umatnya untuk selalu “ membaca ” dalam arti luas yakni membaca atau belajar ilmu pengetahuan baik agama maupun sains serta membaca setiap fenomena dan peristiwa alam yang terjadi untuk dianalisa, dipelajari secara mendalam guna diambil kesimpulan untuk dijadikan.rumusan. sebagai disiplin ilmu, guna mengatasi peristiwa yang akan terjadi. 

Apa yang kita laksanakan dalampraktek kehidupan adalah merupakan seni ( art ), dari seni ini dirumuskan menjadi disiplin ilmu, selanjutnya disiplin ilmu diterapkan dalam kehidupan sebagai seni kembali dan kemudian orang berusaha membuat rumusan untuk menciptakan disiplin ilmu, demikian terjadi silih  berganti.

Menghadapi kesulitan apapun perintah iqro’ menjadi motivasi yang besar untuk selalu membaca serta belajar memahami setiap situasi guna dianalisa dan dicari jalan keluarnya. Bahkan lebih antusias dan bergairah karena Al – Qur’an juga mengajarkan bahwa mencari lmu itu hukumya wajib bagi kaum muslimin dan muslimat.

Berusaha mencari dan menabah ilmu dan selalu membangun kreativitas dan inovasi menjadi tugas pokok manusia yang diciptakan Allah SWT sebagai kholifah dimuka bumi ini.

Dari seluruh paparan yang diuraikan diatas dapat disimpulkan, hal – hal sebagai berikut :

1. Dalam memasuki era millenial dan menyogsong revolusi industri 4.0, kita harus siap membaca dan ikut berlomba dalam membangun daya kreativ dan inovativ dengan semangat Fastabiqul Khoirot.

2. Iqro’ kita jadikan sumber motivasi guna meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memiliki kekuatan moral yang tak pernah aus dalam segala jaman dan tidak tekendala oleh ruang dan waktu.

3. Agama islam melalui Al – Qur’an dan hadist memberikan ruang se luas – luasnya terhadap ilmu pengetahuan guna dipelajari, dikaji, dianalisa untuk memahami setiap situasi guna dicari solusi dan jalan keluarnya menjadi akselerasi membangun  manusia seutuhnya baik lahir maupun batin

4. Mengingat dan menyadari  bahwa setiap keberhasilan pasti dilaksanakan dengan kemauan, kerja keras, pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, hal tersebut sebagaimana ungkapan bijak yang disampaikan oleh ulama dan cendakiawan muslim yaitu “ Wamallatadzu illa ba’datta’ab ( tidak ada sesuatu yag baik, yang enak dan mulus tanpa ditempuh degan susah payah ).

5. Jika kita konsisten melaksanakan ajaran – ajara Allah SWT tersebut, maka dipastikan tidak akan sulit membangun generasi millenial islam, generasi yang mampu membangkitkan kembali “ Izzul Islam wal muslimin ” ( kejayaan islam dan umatnya ) yang sekaligus memberikan rahmad seluruh alam.

Aamiin Ya Robbalalamin

Selebihnya wallahua’lam bishawab

Penulis : Pendiri dan Pembina Yayasan Diponegoro Tumpang


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Kotak Saran

Hai Kak ! Terimakasih telah mengunjungi wibesite kami. Berikan saran dan kritik atas pelayanan dari kami "Ambalan Kacadipta".

Alamat:

Jl. Tunggul Ametung 18 Tumpang Kab. Malang

Jam Kerja:

Senin-Sabtu, 06.00 s/d 16.00 WIB

Whatsapp:

085 704 885 340